Analisis Minyak Turun, Isu Keringanan Sanksi Iran Picu Repricing - Data Pasar 2026-05-18
0 0
Read Time:3 Minute, 28 Second

Analisis Minyak Turun, Isu Keringanan Sanksi Iran Picu Repricing - Data Pasar 2026-05-18

Minyak Turun, Isu Keringanan Sanksi Iran Picu Repricing

Harga Minyak melemah pada hari Senin (18/5) setelah media Iran melaporkan AS mengusulkan keringanan sementara sanksi Minyak sebagai bagian dari pembicaraan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung beberapa pekan. Brent sempat naik hingga 2,5% sebelum berbalik turun, seiring Pasar menilai peluang tambahan pasokan Iran bisa muncul jika negosiasi bergerak, meski Washington belum mengonfirmasi laporan tersebut.
Menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, AS mengusulkan waiver sementara sampai tercapai kesepakatan final. Iran berada di bawah sanksi ketat sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir pada masa jabatan pertamanya. Dari Teheran, Iran pada Senin mengatakan tetap melanjutkan dialog dengan AS melalui Pakistan, sementara Trump sebelumnya memperingatkan Iran “waktu semakin menipis.”
Pada 09:01 a.m. waktu New York, Brent kontrak Juli berada di US$107,76 per barel, sedangkan WTI kontrak Juli di US$99,44. Kontrak WTI bulan Juni akan berakhir pada Selasa. Minyak masih naik hampir 50% sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, ketika arus melalui Selat Hormuz melemah dan menekan pasokan produsen Teluk, membuat harga sangat volatil setiap kali harapan damai berubah.
Dari sisi fundamental, Pasar tetap ketat. Morgan Stanley menyebut Pasar berada dalam “perlombaan melawan waktu” jika Hormuz tetap tersendat hingga Juni, sementara IEA kembali menegaskan persediaan Minyak global turun cepat. Sejauh ini, dua faktor yang membantu menahan kenaikan lebih tajam datang dari dua ekonomi terbesar dunia: ekspor AS yang mencetak rekor dan impor China yang anjlok—dengan pengolahan Minyak di China pada level terendah sejak 2022 menurut data Senin.
Namun risiko geopolitik tetap tinggi. Fasilitas energi di Teluk Persia kembali menjadi target akhir pekan, termasuk serangan drone yang memicu kebakaran di fasilitas nuklir UEA, menegaskan rapuhnya gencatan senjata. Pasar kini menunggu konfirmasi resmi AS soal opsi waiver, perkembangan dialog melalui Pakistan, dan apakah arus di Hormuz benar-benar membaik—karena ketiganya akan menentukan apakah pelemahan Minyak berlanjut atau volatilitas kembali naik. (arl)*
Sumber : Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %