Analisis Euro Rebound, Tapi Tekanan Dolar AS Belum Hilang - Data Pasar 2026-06-30
0 0
Read Time:4 Minute, 12 Second

Analisis Euro Rebound, Tapi Tekanan Dolar AS Belum Hilang - Data Pasar 2026-06-30

Euro Rebound, Tapi Tekanan Dolar AS Belum Hilang

Euro menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan Selasa (30/6), didukung oleh aksi reposisi akhir bulan yang menekan greenback. EUR/USD bergerak di sekitar 1,1415 setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah intraday di 1,1382.
Penguatan euro terjadi meskipun data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan sinyal yang cukup kuat. Laporan Job Openings and Labour Turnover Survey atau JOLTS menunjukkan lowongan kerja AS naik menjadi 7,594 juta pada Mei, lebih tinggi dari ekspektasi Pasar sebesar 7,3 juta. Data April juga direvisi menjadi 7,585 juta.
Meski lowongan kerja meningkat, Pasar melihat gambaran tenaga kerja AS belum sepenuhnya kuat. Perekrutan masih lemah, sehingga data tersebut memberi sinyal campuran bagi prospek kebijakan Federal Reserve. Di satu sisi, permintaan tenaga kerja masih bertahan. Namun di sisi lain, perusahaan terlihat belum agresif menambah pekerja.
Data lain menunjukkan kepercayaan konsumen AS membaik tipis pada Juni. Conference Board Consumer Confidence Index naik ke 91,2 dari revisi 90,6 pada Mei. Namun, angka tersebut masih berada di bawah ekspektasi ekonom sebesar 94,7, menandakan konsumen belum sepenuhnya percaya diri terhadap kondisi ekonomi.
Indeks Dolar AS atau DXY bergerak di sekitar 101,23 setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di 101,43. Meski melemah secara harian, Dolar masih berada di jalur Penguatan bulanan kedua berturut-turut. Kondisi ini membuat EUR/USD masih berpotensi mencatat pelemahan bulanan kedua secara beruntun.
Dukungan terhadap Dolar AS masih datang dari ekspektasi Federal Reserve yang hawkish. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan The Fed mungkin perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Ia juga menegaskan bahwa tekanan inflasi bukan hanya berasal dari energi, tetapi juga dari inflasi inti yang masih tinggi.
Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di sekitar 67%. Ekspektasi tersebut membuat Dolar tetap menarik karena selisih suku bunga Amerika Serikat dengan kawasan lain masih lebar. Investor kini menunggu data tenaga kerja lanjutan, termasuk ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls, untuk membaca arah kebijakan The Fed berikutnya.
Dari sisi Eropa, ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan oleh European Central Bank mulai kurang pasti. Penurunan harga Energi Fosil membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi, sehingga sebagian pelaku Pasar menilai ECB tidak perlu terlalu agresif menaikkan suku bunga lagi dalam waktu dekat.
Namun, pandangan di internal ECB belum sepenuhnya seragam. Olli Rehn mengatakan dirinya belum melihat efek putaran kedua inflasi yang besar dan menilai bank sentral tidak seharusnya berkomitmen pada jalur suku bunga tertentu. Sebaliknya, Pierre Wunsch memperingatkan bahwa efek putaran kedua masih dapat muncul dan ECB mungkin tetap membutuhkan satu kenaikan suku bunga tambahan.
Selain data ekonomi, Pasar juga mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Utusan kedua negara telah tiba di Doha, tetapi belum ada jadwal pembicaraan langsung antara kedua pihak. Ketidakpastian ini masih menjaga permintaan terhadap Dolar sebagai aset safe haven.
Secara keseluruhan, rebound euro pada Selasa lebih banyak didorong oleh koreksi teknikal Dolar dan arus reposisi akhir bulan. Namun, selama The Fed masih hawkish, data tenaga kerja AS belum melemah signifikan, dan ketidakpastian geopolitik tetap tinggi, ruang Penguatan EUR/USD masih cenderung terbatas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %