
Oil Cenderung Stabil di Awal Sesi Eropa dan Harapan Kesepakatan Serta Proyeksi IEA
Harga Minyak bergerak stabil pada Rabu pagi, mendekati level terendah dalam tiga bulan, saat investor menimbang dampak kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran serta peringatan International Energy Agency (IEA) mengenai potensi kelebihan pasokan global pada 2027. Brent pada Rabu, (17/06) diperdagangkan di $78,98 per barel, sementara West Texas Intermediate berada di $76,08 per barel.
Pada Selasa, kedua acuan Minyak ini sempat turun sekitar lima persen karena optimisme bahwa kesepakatan AS-Iran akan memungkinkan Minyak mengalir kembali melalui Selat Hormuz yang krusial. Analis PVM Oil, Tamas Varga, menyatakan bahwa dibukanya kembali Selat Hormuz secara bertahap akan memengaruhi keseimbangan pasokan Minyak secara signifikan.
IEA memperkirakan pada 2027 pasokan global akan meningkat sekitar delapan juta barel per hari, sementara permintaan hanya naik dua juta barel per hari. Meski demikian, dalam jangka pendek, kesepakatan AS-Iran memberikan peluang untuk mengisi kembali persediaan yang menipis atau membangun cadangan strategis baru.
Kesepakatan interim ini, yang belum dirilis secara publik, memperpanjang gencatan senjata yang disepakati pada April selama 60 hari tambahan, memberi ruang bagi pembicaraan menuju gencatan permanen. Namun, sejumlah analis menyatakan bahwa pemulihan penuh produksi dan kapasitas kilang kemungkinan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Ketegangan regional tetap ada, dengan Israel menjauh dari gencatan senjata April dan kesepakatan terbaru AS-Iran. Insiden drone Israel di Lebanon selatan menewaskan beberapa orang dan memicu kritik publik dari Presiden Donald Trump.
Dampak kesepakatan ini mulai terlihat pada perkiraan harga. Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga Brent untuk kuartal keempat 2026 menjadi $80 per barel dari sebelumnya $90 per barel, mengingat risiko kenaikan harga yang lebih rendah.
Sementara itu, data menunjukkan throughput Minyak mentah China turun 9,1% pada Mei dibanding tahun sebelumnya, menandakan bahwa kilang mulai menarik persediaan akibat konflik Iran. Di AS, laporan American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok Minyak mentah turun 8,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 12 Juni, melebihi ekspektasi penarikan 4,6 juta barel, dengan data resmi EIA dijadwalkan keluar pukul 10:30 ET. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.