
DXY Datar, Inflasi AS dan Risiko Iran Topang Dolar
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di sekitar 98,30 pada sesi Asia Rabu (13/5), setelah menguat dua hari beruntun. Pergerakan yang cenderung datar ini terjadi di tengah kombinasi sentimen hawkish dari data inflasi AS dan meningkatnya volatilitas geopolitik.
Dolar mendapat dukungan setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait Iran. Trump mengklaim Iran “terkendali”, namun menyampaikan ultimatum bahwa hasilnya hanya dua: kesepakatan baru atau “pemusnahan”.
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menegaskan setiap kesepakatan damai harus mencakup reparasi, pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz, serta penghentian total sanksi AS. Tarik-menarik posisi ini menjaga ketidakpastian kawasan tetap tinggi, yang kerap menahan Pasar dalam mode defensif.
Di sisi data, laporan inflasi AS yang lebih panas dari prakiraan memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan CPI April naik 0,6% secara bulanan dan 3,8% secara tahunan, tertinggi sejak Mei 2023, sementara CPI inti naik 2,8% secara tahunan.
Dengan tekanan inflasi yang belum mereda, ruang pemangkasan suku bunga tahun ini dinilai makin sempit. Pasar kini bahkan memprakirakan peluang kenaikan seperempat poin pada Desember, menandakan ekspektasi kebijakan yang bergeser lebih ketat.
Fokus berikutnya beralih ke data inflasi produsen (PPI) yang akan dirilis, yang dinilai penting untuk membaca seberapa jauh dampak perang di Iran dan kenaikan biaya energi merembes ke harga di tingkat produsen. Data tersebut dapat ikut memengaruhi pergerakan Dolar melalui perubahan ekspektasi suku bunga dan arah yield AS.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.