
Pound Terjepit Minyak dan suku bunga!
Poundsterling melemah ke sekitar US$1,335 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan. Tekanan muncul karena investor mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, lonjakan harga Minyak, dan risiko inflasi yang bisa memengaruhi arah kebijakan suku bunga.
Ketegangan meningkat setelah militer Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap Iran. Presiden Donald Trump juga kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran dan mengusulkan biaya 20% untuk menjaga keamanan Selat Hormuz. Kondisi ini membuat Pasar khawatir terhadap kelancaran arus energi global.
Kenaikan harga Minyak menjadi perhatian utama karena dapat mendorong inflasi lebih tinggi. Jika inflasi kembali menguat, bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau menaikkannya lagi. Pasar kini hampir sepenuhnya memperkirakan Bank of England akan menaikkan suku bunga pada September, dengan dua kenaikan tambahan mulai diperhitungkan untuk 2026.
Dari Amerika Serikat, tekanan juga datang dari komentar Gubernur The Fed Christopher Waller. Ia memperingatkan bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat jika inflasi masih berada di atas target 2%. Pernyataan ini ikut memperkuat sentimen hawkish di Pasar global.
Selain faktor ekonomi, investor juga mencermati perkembangan politik Inggris. Andy Burnham diperkirakan akan menjadi pemimpin baru Partai Labour setelah kontestasi kepemimpinan berakhir pada Jumat, dan disebut berpeluang resmi ditunjuk sebagai perdana menteri pada Senin depan.
Dampaknya ke market, pound masih berpotensi tertekan selama Dolar AS mendapat dukungan dari sentimen safe haven dan ekspektasi suku bunga tinggi. Jika harga Minyak terus naik dan bank sentral semakin hawkish, GBP/USD bisa sulit kembali menguat dalam waktu dekat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.