
Minyak Ditutup Bervariasi Pasca Laporan Deal Iran-AS
Harga Minyak ditutup mixed pada Kamis (28/5) pasca sesi yang volatil, ketika pelaku Pasar menimbang laporan yang saling bertentangan soal kemajuan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata AS–Iran.
Minyak Brent kontrak Juli—yang jatuh tempo pada settlement Jumat—ditutup turun 58 sen (0,6%) ke US$93,71 per barel. Kontrak Brent Agustus yang lebih aktif terakhir naik 72 sen ke US$92,97 pada 15:20 EDT.
Minyak WTI ditutup naik tipis 22 sen (0,3%) ke US$88,90 per barel. Pergerakan ini mencerminkan Pasar yang masih “headline-driven” setelah beberapa sesi terakhir diwarnai tarik-menarik antara harapan akhir perang tiga bulan dan realitas arus pelayaran Selat Hormuz yang masih jauh di bawah level pra-perang.
Reuters mengutip empat sumber yang mengatakan kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari telah dicapai, setelah Axios pertama kali melaporkan kabar tersebut pada Kamis. Namun, sumber Reuters menyebut kesepakatan masih menunggu persetujuan Presiden Donald Trump, sementara kantor berita Tasnim menyatakan teks MoU dengan AS belum final atau terkonfirmasi.
Di awal sesi, Brent dan WTI sempat naik lebih dari 2% setelah IRGC mengklaim menargetkan pangkalan udara AS sebagai respons atas serangan AS di Bandar Abbas. Lonjakan awal itu kemudian mereda ketika Pasar kembali fokus pada status kesepakatan dan apakah ada langkah implementasi yang benar-benar membuka Hormuz, yang menjadi faktor kunci untuk menurunkan premi risiko pasokan.
Harga Minyak juga berada di bawah tekanan dari data resmi AS yang menunjukkan bahwa stok Minyak mentah negara itu turun sebesar 3,3 juta barel pekan lalu, penurunan selama enam minggu berturut-turut tetapi lebih rendah dari perkiraan penurunan 4,1 juta barel yang diprediksi oleh analis yang disurvei oleh Reuters.
Stok bensin dan bahan bakar distilat AS juga turun.
Pasar Minyak tetap lebih sensitif terhadap berita utama Timur Tengah meskipun terjadi penurunan besar lagi dalam stok AS selama seminggu terakhir, kata analis UBS Giovanni Staunovo.(yds)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Platform Trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.