
Minyak Bertahan Tinggi, Gencatan Diperpanjang tapi Blokade Hormuz Tetap
Harga minyak bertahan di level tinggi setelah reli dua hari, seiring Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran meski jalur diplomasi tersendat dan blokade Selat Hormuz masih menahan arus pasokan. Pasar menilai perpanjangan gencatan meredakan risiko serangan baru dalam waktu dekat, tetapi hambatan fisik pada pengiriman minyak belum berubah.
Brent bergerak di sekitar $98 per barel setelah naik hampir 9% dalam dua sesi sebelumnya, sementara WTI berada di sekitar $89. Trump mengatakan AS akan menahan diri dari serangan baru terhadap Iran, namun tetap memblokir kapal yang terkait dengan Republik Islam sampai “diskusi selesai, apa pun hasilnya.”
Trump juga memperkeras pesan lewat unggahan di Truth Social, menyatakan AS tidak akan membuka blokade untuk membuka Hormuz tanpa kesepakatan. Pernyataan tersebut menjaga persepsi pasar bahwa tekanan ekonomi dan militer masih menjadi instrumen utama AS, meski gencatan diperpanjang.
Minyak tetap bergejolak karena perkembangan di Teluk Persia dan nyaris terhentinya pengiriman melalui Hormuz, jalur yang biasanya membawa sekitar seperlima arus minyak dunia. Volatilitas disebut melonjak ke level tertinggi sejak 2020, menegaskan harga bergerak cepat mengikuti perubahan headline, sementara kondisi pasokan di lapangan belum pulih.
Rebecca Babin dari CIBC Private Wealth Group menilai headline bergerak sangat cepat, namun “barel” tetap tertahan karena arus masih terbatas. Tasnim melaporkan Iran tidak akan membuka selat selama Angkatan Laut AS masih mencegat kapal, dan akan mematahkan blokade dengan kekuatan bila perlu. AS mengatakan pada Selasa menghentikan dan menaiki tanker yang terkena sanksi, setelah menyita kapal kargo pada akhir pekan, dan total telah memutarbalikkan 28 kapal.
Harga juga sempat melonjak di atas $100 per barel pada perdagangan setelah penutupan ketika muncul laporan pembatalan perjalanan Wakil Presiden JD Vance ke Islamabad dan kabar Iran menyampaikan tidak akan menghadiri pembicaraan, sebelum berbalik turun setelah komentar Trump soal perpanjangan gencatan. Pasar tetap melihat status Hormuz sebagai penentu utama, di tengah rangkaian isu yang belum terselesaikan, termasuk program nuklir Iran, konflik Israel–Lebanon, serta kebijakan “tekanan maksimum” AS yang diklaim akan membatasi kemampuan Iran mengekspor minyak. Pada perdagangan terbaru, Brent Juni turun 0,3% ke $98,17 per barel (12.01 Singapura) dan WTI Juni turun 0,5% ke $89,23.
5 inti poin (detail & sederhana):
– Minyak bertahan tinggi setelah reli dua hari, meski gencatan AS–Iran diperpanjang dan pembicaraan damai tersendat.
– Brent sekitar $98 dan WTI sekitar $89; Brent naik hampir 9% dalam dua sesi sebelum koreksi tipis.
– Trump menahan serangan baru, tetapi menegaskan blokade Hormuz tetap hingga pembahasan selesai.
– Arus Hormuz masih nyaris berhenti; Iran menolak membuka selat selama intersepsi AS berlanjut, AS menyebut telah memutarbalikkan 28 kapal dan melakukan boarding pada tanker bersanksi.
– Harga sangat sensitif pada headline (sempat >$100) karena Pasar menilai tanpa pembukaan Hormuz, lingkungan Minyak tinggi dan risiko inflasi tetap bertahan.(Asd)*
Sumber : Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.