Analisis Emas Tembus Tertinggi Tiga Bulan, Reli Berlanjut - Bestprofit Futures Trading 2026-08-25Analisis Emas Tembus Tertinggi Tiga Bulan, Reli Berlanjut - Bestprofit Futures
0 0
Read Time:4 Minute, 6 Second

Analisis Emas Tembus Tertinggi Tiga Bulan, Reli Berlanjut - Bestprofit Futures Trading










BPF

Bestprofit Futures Indonesia

Bestprofit Futures Indonesia

BPF

Bestprofit Futures

Bestprofit Futures Indonesia

Harga
Minyak turun lebih dari US$2 per barel pada perdagangan Senin (24/8) setelah
investor melakukan aksi ambil untung dan Pasar relatif mengabaikan perluasan
sanksi AS terhadap Iran. Hedging. Brent turun 2,35% ke US$92,17 per barel, sedangkan WTI
melemah 2,35% ke US$85,01. Meski terkoreksi, keduanya masih membukukan kenaikan
lebih dari 5% dalam dua pekan berturut-turut. Menteri
Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan perluasan sanksi sekunder terhadap
strategi investasi komoditas terbaik masih mempertahankan hubungan bisnis dengan Iran. Langkah tersebut memperbesar tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran,
tetapi sejauh ini belum memicu lonjakan harga Minyak karena Pasar sudah lebih
dahulu memperhitungkan risiko gangguan pasokan. Diversifikasi. Pasokan
tetap menjadi perhatian karena lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih
sangat terbatas. Data pelayaran menunjukkan kurang dari 20 kapal komoditas
melintasi jalur tersebut sepanjang akhir pekan. Padahal, sebelum konflik,
Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan Minyak global. Meski
aktivitas pelayaran terhambat, sejumlah produsen masih berupaya mengalirkan
Minyak melalui jalur tersebut. Safe haven. TotalEnergies menyatakan masih dapat mengangkut
Minyak secara menguntungkan, sementara SOMO Irak dan QatarEnergy dilaporkan
menawarkan Minyak untuk pemuatan di dalam kawasan Selat Hormuz. Kondisi ini
menunjukkan pasokan belum sepenuhnya terputus, tetapi biaya dan risiko
pengiriman meningkat. Analisis
Newsmaker:koreksi Minyak hari ini lebih
mencerminkan profit taking daripada perubahan fundamental menjadi bearish. Risiko terbesar tetap berada pada Hormuz dan potensi eskalasi setelah perluasan
sanksi Bessent. Inflasi. Jika lalu lintas kapal semakin terhambat atau Iran merespons
dengan memperketat blokade, premi risiko dapat kembali melonjak. Morgan Stanley
bahkan memperkirakan Brent berpotensi mencapai US$100 per barel pada kuartal
IV, sehingga area US$95–US$100 menjadi zona penting yang perlu dipantau Pasar. (arl)

Emas Menjauh dari US$4.700, Dolar AS Pulih karena Risiko The Fed dan Timur Tengah

Bitcoin Tembus US$80.000, Debasement Trade Kembali Jadi Katalis

Emas Dekati US$4.700, Pasar Cermati Treasury AS dan Jackson Hole

Emas Masih Kuat, Safe Haven Kembali Jadi Buruan Investor

Likuiditas AS Mengalir, Bitcoin Kembali Jadi Buruan Investor

Dolar Dekat Terendah, Risiko Fiskal dan Geopolitik Membayangi

Brent Tertahan di US$90, Pasar Tunggu Dampak Sanksi Iran

Brent Tertahan di US$90, Pasar Tunggu Dampak Sanksi Iran

Minyak Terkoreksi, Pasar Menanti Sanksi Baru AS terhadap Iran

Minyak Tertekan, Altivitas Hormuz Redam Kekhawatiran Pasokan

Trump Pressures Iran; Oil Prices Near Three-Week Highs

US Tightens Pressure on Iran; Oil Set for Second Weekly Gain

Market & Economic IntelligencePlatform Insight On Macro,Commodities, Equities & Policy

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %