BACA SELENGKAPNYA
Yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Asia, Senin, setelah data Kebijakan Inflasi Jepang yang lebih kuat memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan. USD/JPY melanjutkan pelemahan untuk hari kedua dan bergerak di sekitar 158,80. Penguatan yen terjadi setelah inflasi Jepang mencatat percepatan selama dua bulan berturut-turut. Tekanan harga yang lebih tinggi membuat pasar semakin yakin bahwa BoJ dapat menaikkan suku bunga paling cepat pada September, sejalan dengan komentar hawkish Gubernur Kazuo Ueda mengenai percepatan normalisasi kebijakan moneter. Strategis Scotiabank menilai data inflasi terbaru Jepang semakin memperkuat keyakinan bahwa BoJ akan mengetatkan kebijakan pada bulan depan. Pasar swap juga mulai mencerminkan peluang kenaikan sekitar 20 basis poin, sementara yen tercatat menguat sekitar 0,4% terhadap dolar AS yang sedang melemah. Tekanan terhadap USD/JPY juga datang dari pelemahan dolar AS setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengejutkan pasar dengan rencana menggandakan pembelian kembali utang pemerintah tenor panjang. Langkah ini dilakukan untuk menahan lonjakan yield obligasi yang sebelumnya menekan pasar keuangan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut program buyback dapat diperbesar melampaui US$4 miliar. Kebijakan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa yield yang tinggi tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi AS, sehingga ikut menekan daya tarik dolar dalam jangka pendek. Namun, penurunan dolar AS berpotensi terbatas karena permintaan safe haven masih meningkat di tengah eskalasi ketegangan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut sanksi baru AS sebagai tindakan putus asa yang akan gagal melemahkan Teheran. Ketegangan makin meningkat setelah pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei memperingatkan adanya pembalasan “seperti gempa” jika Presiden Donald Trump mengambil langkah lanjutan. Kondisi ini menjaga sentimen risk-off di pasar global dan dapat menahan pelemahan dolar AS terlalu dalam. Analisis Newsmaker: Pergerakan USD/JPY saat ini menunjukkan tekanan mulai bergeser dari dominasi dolar AS ke penguatan yen akibat ekspektasi BoJ yang lebih hawkish. Selama data inflasi Jepang tetap kuat dan pasar semakin yakin BoJ akan menaikkan suku bunga, USD/JPY berisiko lanjut terkoreksi. Area 158,00 menjadi support penting yang perlu diperhatikan; jika tembus, tekanan turun bisa berlanjut. Namun, risiko geopolitik Timur Tengah masih dapat menopang dolar AS sebagai safe haven, sehingga pelemahan USD/JPY kemungkinan tetap bergerak bertahap dan tidak satu arah. (asd)
Artikel ini merupakan ringkasan dan analisis dari sumber berita terpercaya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi sumber asli.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.