BACA SELENGKAPNYA
Sumber: Arsip Nikkei-HangSeng Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 3,16% dan ditutup pada level 65.326 pada hari Rabu, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 3,09% ke posisi 4.012. Saham-saham Jepang melemah selama dua sesi berturut-turut seiring meningkatnya tekanan jual pada saham sektor semikonduktor dan teknologi. Penurunan ini terjadi menyusul pelemahan di Wall Street, di mana perusahaan pembuat cip terkait kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan jual yang kuat. Sentimen investor juga tertekan oleh tingginya imbal hasil obligasi global dan kenaikan harga minyak, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam sekitar 30 tahun pada pekan ini. Saham-saham yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok AI global mencatat penurunan paling tajam. Kioxia Holdings merosot 12,6%, Furukawa Electric anjlok 13,7%, Advantest turun 2,3%, Tokyo Electron melemah 3,1%, dan Fujikura turun 9,7%. Aksi jual juga merembet ke saham sektor keuangan dan konsumer, dengan Mitsubishi UFJ turun 4,4% dan Toyota Motor melemah 2,7%.
Artikel ini merupakan ringkasan dan analisis dari sumber berita terpercaya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi sumber asli.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi Portofolio Investasi.