
Silver Sentuh Level Rendah 6 Bulan
Harga silver bergerak melemah di sekitar US$61 per ounce pada perdagangan Rabu (24/6), bertahan dekat level terendah dalam enam bulan. Tekanan ini muncul karena Pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat. Meski kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat harga silver.
Faktor utama yang menekan silver adalah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Pada pertemuan terakhir, The Fed memang mempertahankan suku bunga, tetapi sinyal dari para pejabat bank sentral menunjukkan dukungan yang semakin besar terhadap kenaikan suku bunga ke depan. Ketua The Fed Kevin Warsh juga kembali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan stabilitas harga, sehingga Pasar membaca arah kebijakan moneter AS masih cenderung hawkish.
Kondisi ini kurang menguntungkan bagi silver karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti Obligasi. Ketika suku bunga dan yield Treasury naik, investor cenderung lebih tertarik pada aset berbunga. Selain itu, Penguatan Dolar AS membuat silver menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, sehingga permintaan global ikut tertekan.
Dari sisi geopolitik, kemajuan negosiasi antara Washington dan Teheran sebenarnya memberi sentimen positif bagi Pasar energi. Meningkatnya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz menunjukkan bahwa risiko gangguan pasokan mulai mereda. Jika pasokan energi kembali stabil, tekanan inflasi dari harga Minyak bisa berkurang. Namun, bagi silver, dampaknya menjadi campuran karena meredanya risiko geopolitik juga mengurangi permintaan safe haven.
Tekanan tambahan datang dari aksi jual besar di saham teknologi Amerika Serikat. Ketika saham teknologi dan semikonduktor jatuh tajam, investor cenderung memangkas posisi di berbagai aset, termasuk logam mulia, untuk menutup kerugian di portofolio lain. Dalam situasi seperti ini, silver bisa ikut dijual karena termasuk aset yang likuid dan mudah dicairkan.
Ke depan, arah silver akan sangat bergantung pada data inflasi Amerika Serikat dan pergerakan Dolar AS. Jika data inflasi PCE kembali menunjukkan tekanan harga yang tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bisa semakin kuat dan silver berisiko menguji area psikologis US$60. Namun, jika inflasi mulai mereda dan Dolar melemah, silver berpeluang mencoba rebound teknikal ke area US$62 hingga US$63 per ounce. (arl)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.