Analisis Brent dan WTI Volatil, Hormuz Masih Jadi Kunci - Data Pasar 2026-05-29
0 0
Read Time:3 Minute, 14 Second

Analisis Brent dan WTI Volatil, Hormuz Masih Jadi Kunci - Data Pasar 2026-05-29

Brent dan WTI Volatil, Hormuz Masih Jadi Kunci

Harga Minyak relatif stabil pada Jumat (29/5), tetapi masih berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak awal April setelah laporan bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata. Brent kontrak Juli turun 34 sen (0,3%) ke US$94,05 per barel pada 08:10 GMT, sementara WTI mendatar di US$88,89, setelah keduanya sempat turun lebih dari 1% di awal sesi.
Secara mingguan, Brent tercatat turun sekitar 9%, penurunan paling tajam sejak pekan yang berakhir 6 April. WTI melemah hampir 8%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 13 April. Pasar menilai potensi pembukaan kembali Selat Hormuz dapat mengurangi premi risiko pasokan yang selama ini mengangkat harga.
Sumber Reuters menyebut AS dan Iran pada Kamis mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan melonggarkan pembatasan pelayaran di Hormuz, meski persetujuan Presiden Donald Trump belum keluar dan media Pemerintah Iran menyatakan kesepakatan belum difinalisasi. Kondisi ini membuat harga tetap volatil dan sangat dipengaruhi headline.
Dalam beberapa sesi terakhir, Brent dan WTI bergerak liar dengan rentang hingga sekitar US$6 karena sinyal yang campuran soal akhir perang Iran dan kemungkinan pembukaan Hormuz, jalur yang sebelumnya menyalurkan sekitar seperlima pasokan Minyak dan LNG dunia. Arus pelayaran di chokepoint itu masih jauh di bawah level pra-konflik, dan ING menilai pembukaan kembali dapat memberi bantuan cepat, namun pemulihan penuh tetap belum pasti.
Di sisi permintaan, Jepang—yang bergantung pada Minyak Timur Tengah—mencatat penurunan impor Minyak mentah 66% pada bulan lalu dibanding April tahun sebelumnya, menyorot dampak gangguan pasokan terhadap negara importir utama. Dari AS, data EIA menunjukkan stok Minyak mentah, bensin, dan distilat turun pekan lalu seiring permintaan kilang dan konsumen meningkat, sementara ekspor turun 1,16 juta bph menjadi 4,4 juta bph, yang memberi bantalan pada harga meski sentimen mingguan masih condong bearish. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %