
Indeks Dolar Turun, Pasar Cerna Harapan Damai AS-Iran
Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke sekitar 99,05 pada awal perdagangan Asia, Senin (25/5), seiring membaiknya selera risiko setelah muncul harapan kesepakatan damai AS-Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump mengatakan Washington dan Teheran telah “sebagian besar menegosiasikan” memorandum kesepahaman untuk perjanjian damai yang akan membuka kembali jalur penting tersebut, menurut Reuters. Namun Pasar dinilai belum sepenuhnya agresif karena belum ada kepastian kapan Hormuz benar-benar dibuka.
Analis menyebut antusiasme tertahan oleh kurangnya konflik, dengan Iran masih memegang kendali atas pelayaran di Selat Hormuz, sementara AS menolak mencabut blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran. Ketidakpastian ini membuat pelaku Pasar menunggu konfirmasi sebelum mendorong pergerakan aset secara lebih kuat.
Dari sisi kebijakan moneter, tekanan inflasi yang terkait energi membuat ekspektasi Pasar bergeser dari skenario pemangkasan ke potensi kenaikan suku bunga. Narasinya sederhana: jika Hormuz tetap tertutup dan biaya energi tinggi, risiko inflasi naik, sehingga Pasar menilai The Fed mungkin perlu lebih ketat, yang pada akhirnya dapat kembali mendukung Dolar.
Saat ini Pasar mematok probabilitas 45,1% kenaikan suku bunga 25 bps hingga akhir tahun (CME FedWatch). Fokus berikutnya menyaksikan pada rilis PCE Price Index AS pada Kamis; hasil yang lebih panas dari perkiraan berpotensi mengangkat Dolar dalam jangka pendek, sementara arah negosiasi dan sinyal pembukaan Hormuz tetap menjadi pemicu utama sentimen risiko.(asd)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.