Analisis Perak Ambruk Lagi: Jatuh 8% ke Bawah $65 - Data Pasar 2026-02-06
0 0
Read Time:2 Minute, 52 Second

Analisis Perak Ambruk Lagi: Jatuh 8% ke Bawah $65 - Data Pasar 2026-02-06

Perak Ambruk Lagi: Jatuh 8% ke Bawah $65

Harga Perak kembali anjlok pada Jumat, turun lebih dari 8% hingga menembus di bawah $65 per ons. Ini menjadi level terendah dalam sekitar tujuh minggu, di tengah aksi jual besar-besaran di berbagai Pasar.
Penurunan Perak kali ini terjadi saat Pasar mengalami deleveraging—banyak pelaku Pasar mengurangi posisi berisiko, melepas aset yang sebelumnya dibeli dengan leverage, dan memilih pegang cash. Efeknya, tekanan jual jadi makin brutal.
Kalau ditarik lebih jauh, Perak sekarang sudah turun sekitar 45% dari puncaknya pada 29 Januari. Artinya, semua kenaikan sepanjang tahun ini praktis terhapus, dan ini disebut sebagai salah satu penurunan paling tajam sejak era 1980-an.
Padahal di Januari lalu, Perak dan logam mulia lain sempat “meledak” ke rekor karena kombinasi faktor: risiko geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan isu soal independensi The Fed yang bikin demand safe-haven membesar.
Masalahnya, reli itu juga dipenuhi pembelian spekulatif, termasuk dari trader di China. Ketika reli terlalu “berbusa”, harga jadi rentan berbalik tajam begitu sentimen berubah dan orang ramai-ramai keluar.
Tekanan semakin berat setelah Dolar AS rebound cukup kuat. Salah satu pemicunya adalah kabar nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed berikutnya—yang dipandang Pasar cenderung lebih hawkish, sehingga mendukung USD dan menekan logam mulia.
Yang bikin Perak makin ekstrem: volatilitasnya bukan cuma soal suplai-permintaan industri, tapi juga karena arus spekulasi yang sangat besar. Saat arus itu berbalik arah, pergerakannya bisa jauh lebih liar dibanding logam lain—dan itulah yang lagi terjadi sekarang.(asd)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %