Analisis Emas Tertekan Saat Data Tenaga Kerja Lemah - Data Pasar 2026-02-05
0 0
Read Time:4 Minute, 6 Second

Analisis Emas Tertekan Saat Data Tenaga Kerja Lemah - Data Pasar 2026-02-05

Emas Tertekan Saat Data Tenaga Kerja Lemah

Emas masih sulit bangkit pada Kamis (5/2) meski sinyal pelemahan dari data tenaga kerja AS mulai terlihat. Penyebab utamanya: Dolar AS tetap menguat (atau minimal bertahan kuat), sehingga tekanan ke logam mulia belum mereda.
Pemicu awal datang dari data JOLTS Job Openings yang turun tajam. Rilis untuk Desember 2025 menunjukkan lowongan kerja berada di 6,542 juta, jauh di bawah perkiraan 7,200 juta. Normalnya, angka yang melemah seperti ini memberi ruang bagi Emas untuk menguat karena Pasar bisa mulai membayangkan suku bunga lebih rendah. Namun, kali ini efeknya tertahan karena Dolar justru tetap diburu—terutama saat Pasar sedang risk-off, butuh likuiditas, dan banyak pelaku Pasar merapikan posisi.
Di sisi lain, yield dan ekspektasi jalur suku bunga (“rate path”) belum otomatis berubah dovish. Klaim pengangguran awal (Unemployment Claims) naik menjadi 231 ribu dari 209 ribu, tapi level ini masih dianggap “belum rusak” oleh sebagian pelaku Pasar. Artinya, Pasar belum merasa cukup yakin untuk langsung agresif mem-price-in penurunan suku bunga. Kalau yield tidak turun signifikan, Emas juga cenderung sulit mengangkat karena aset ini tidak memberi imbal hasil.
Tekanan tambahan juga datang dari faktor teknikal dan positioning. Setelah volatilitas ekstrem di awal Februari, banyak fund dan trader memilih ambil untung (profit taking) dan mengurangi leverage. Dalam fase seperti ini, data yang terlihat “buruk” kadang malah memicu jual tambahan karena Pasar sedang rapuh—terutama jika ada forced selling atau penyesuaian margin.
Fokus Pasar pun mulai bergeser ke pemicu yang dianggap lebih “besar”: NFP (Non-Farm Payrolls) dan arah kebijakan The Fed. JOLTS dan jobless claims memang penting, tetapi sering kali Pasar memilih menahan reaksi sampai ada konfirmasi dari data utama. Akibatnya, pergerakan Emas bisa tampak “melawan logika” karena positioning jelang event besar lebih dominan dibanding headline data harian.(alg)
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Mendalam Pasar Emas

Pergerakan harga Emas dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan teknikal. Berikut analisis komprehensif untuk memahami dinamika Pasar Emas terkini.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Emas

  • Kebijakan moneter Global: suku bunga bank sentral utama seperti The Fed mempengaruhi daya tarik Emas sebagai safe-haven asset.
  • Geopolitical Tensions: Ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan Emas sebagai aset pelindung.
  • Inflasi dan Data Ekonomi: Laporan inflasi dan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi sentimen investor terhadap Emas.
  • Nilai US Dollar: Hubungan invers antara dollar AS dan harga Emas tetap menjadi faktor kunci.

analisis teknikal Emas

Berdasarkan data dari platform analisis terkemuka, pola teknikal menunjukkan potensi pergerakan harga dalam jangka pendek dan menengah. Support dan resistance level kunci perlu dipantau untuk menentukan entry point yang optimal.

Strategi Trading Emas

Untuk trader dan investor, penting untuk memiliki strategi yang jelas dalam trading Emas. Beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan:

  • Position Trading berdasarkan trend jangka panjang
  • Swing Trading memanfaatkan fluktuasi harga menengah
  • Hedging terhadap portofolio investasi

Outlook dan Rekomendasi

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor fundamental dan sinyal teknikal, outlook Pasar Emas menunjukkan potensi continued volatility dengan bias positif dalam jangka menengah. Disarankan untuk selalu update dengan analisis terbaru dari sumber terpercaya.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %