
Dolar Loyo Usai Inflasi Adem, Euro Menguat Tipis
Dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Kamis (18/12) pasca data menunjukkan kenaikan inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan.
Sementara itu, poundsterling berbalik menguat setelah Bank of England yang terpecah tajam memangkas suku bunga.
Inflasi AS naik 2,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada November, menurut data Departemen Tenaga Kerja, dibandingkan dengan harapan kenaikan 3,1% dalam survei ekonom oleh Reuters.
Dolar melemah 0,14% ke 155,43 terhadap yen Jepang, dan turun 0,26% ke 0,793 terhadap franc Swiss.
Euro menguat tipis setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga kebijakannya dan menyampaikan pandangan yang lebih positif terhadap ekonomi zona euro, yang dinilai menunjukkan ketahanan terhadap guncangan perdagangan global.
Euro terakhir naik 0,12% ke $1,1753 terhadap Dolar.
Indeks Dolar—yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro—turun 0,15% ke 98,22.(yds)
Sumber: Reuters.com
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.