
AUD Keok 6 Hari, Tapi RBA Bisa Jadi “Kartu As”
Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis(18/12) untuk hari keenam berturut-turut. Meski begitu, tekanan AUD/USD berpotensi berkurang karena Pasar mulai lebih hati-hati setelah data ekspektasi inflasi konsumen Australia naik ke 4,7% pada Desember dari 4,5% di November. Kenaikan ini memberi sinyal inflasi masih “bandel” dan bisa mendukung sikap hawkish bank sentral Australia (RBA).
Pasar kini makin ramai membahas peluang kenaikan suku bunga RBA lebih cepat, bahkan mulai Februari. Sejumlah bank besar seperti Commonwealth Bank of Australia dan National Australia Bank memperkirakan RBA akan mulai memperketat kebijakan lebih awal dari perkiraan sebelumnya, karena ekonomi dinilai punya keterbatasan kapasitas sehingga inflasi lebih sulit turun.
Ekspektasi itu juga tercermin di Pasar swap: peluang kenaikan suku bunga pada Februari diperkirakan sekitar 28%, naik ke hampir 41% untuk Maret, dan untuk Agustus kenaikan suku bunga sudah hampir sepenuhnya “di-price-in”. Artinya, kalau data inflasi dan komentar RBA tetap hawkish, AUD bisa mendapat dorongan; tapi kalau USD masih dominan, AUD/USD tetap rawan lanjut tertekan. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.